Rahasia Iblis Terbongkar Oleh Nabi Musa

Rahasia Iblis Terbongkar Oleh Nabi Musa Oleh Masykur H. Mansyur (FKUB Kabupaten Karawang) Dalam banyak riwayat terungkap bahwa pada zaman dulu, Iblis sering kali datang menemui orang-orang shaleh, terutama para Nabi, untuk berdialog dengan mereka. Dari dialog tersebut ternyata sering terlontar kalimat-kalimat bijak dari Iblis terkait dengan strateginya dalam menggoda dan menjerumuskan manusia. Salah satu peristiwa mengenai hal ini, ketika Iblis pernah bertemu dengan Nabi Musa. Diceritakan dari Abdurrahman bin Ziyad bin An’am. Pada suatu kesempatan, di saat Nabi Musa sedang duduk di majlisnya, Iblis datang sambil mengenakan pakaian yang memiki tudung kepala yang berwarna warni. Ketika sudah dekat, Iblis melepas tudungnya dan meletakkannya. Kemudian, ia menghampiri Musa. “Assalamu’alaika, wahai Musa.” kata Iblis menyapa, “ Siapa kamu?” tanya Musa. “Aku Iblis.” Jawabnya. “Ternyata engkau, maka tidak ada ucapan salam buatmu, ada apa engkau datang ke sini?” kata Musa “Saya datang untuk mengucapkan salam kepadamu, karena posisi dan kedudukanmu di sisi Allah”, jawab Iblis. “Apa yang engkau kenakan tadi?” tanya Musa Ítu adalah sesuatu yang saya gunakan untuk menawan hati anak-anak cucu Adam” jawab Iblis. Musa bertanya “apa sesuatu yang jika dilakukan oleh manusia maka engkau akan bisa menguasainya?”. Iblis menjawab “Ketika manusia merasa ujub, merasa amalnya sudah banyak dan lupa akan dosa-dosanya.” Maka saya menguasainya. Saya ingin memperingatkan engkau tentang tiga hal. 1. Jangan engkau berduaan dengan perempuan yang tidak halal bagimu. Karena tidak ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya, melainkan saya sendiri yang menemaninya dan menggodanya, bukan anak buah saya. 2. Janganlah engkau mengikrarkan suatu janji kepada Allah, melainkan engkau harus penuhi, melainkan saya sendiri yang langsung menemaninya dan menggodanya, supaya dia tidak memenuhi janji itu. 3. Janganlah engkau berniat mengluarkan sedekah, melainkan engkau harus benar-benar segera meluluskan dan melaksanakannya karena tidak ada seseorang yang berniat mengeluarkan sedekah, lalu dia tidak segera melaksanakannya, melainkan saya sendiri yang langsung menemaninya dan menggodanya supaya dia tidak jadi melaksanakannya, bukan anak buah saya. Lalu Iblis pergi sambil berkata, “Duh celaka, duh celaka, duh celaka, Musa telah mengetahui apa yang mesti dia peringatkan kepada anak cucu Adam (Kisah di atas bersumber dari Imam Ibnul Jauzi, Uyun al-Hikayat min Qashash al-Shalihin wa Nawadir al-Zahidin /500 Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah, p 203-204) Berdasarkan dialog di atas betapa besarnya bahaya ujub. Ujub diartikan sebagai mengagumi kehebatan, kecerdasan, atau amal ibadah diri sendiri, serta lupa menisbatkan semua nikmat dan keberhasilan tersebut semata-mata sebagai anugerah dari Allah SWT Ujub (merasa kagum atau bangga pada diri sendiri) adalah salah satu pintu masuk godaan Iblis yang paling halus dan berbahaya. Menurut para ulama, ketika Iblis gagal menjerumuskan seseorang ke dalam dosa besar (seperti zina atau minuman keras), ia akan menggunakan jebakan ini, membisikkan rasa bangga atas amal kebaikan yang telah dilakukan. SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaq Rasulullah bersabda وْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ “Jika kalian tidak berdosa maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub ! ujub !” Peringatan Iblis tersebut membuat kita kaum muslimin perlu mengambil sikap agar terhindaar dari tipu daya iblis la’natullah Pertama, berduaan dengan lawan jenis Dalam Islam, larangan berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram disebut dengan khalwat. Hal ini diharamkan karena berpotensi menjadi jalan (pembuka) menuju perbuatan zina atau maksiat. Hal ini diingatkan oleh Allah dalam firman-Nya surat al-Isra’17 [32] وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. Merupakan larangan preventif: Allah tidak hanya melarang melakukan zina, tetapi juga melarang mendekati zina. Ini berarti segala pintu, sarana, atau perilaku yang dapat memicu perbuatan zina (seperti berdua-duaan dengan yang bukan mahram, melihat pornografi, atau berinteraksi bebas tanpa batas) juga diharamkan Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali yang ketiganya adalah setan.”. Kedua, menunaikan janji Menunaikan janji adalah tindakan memenuhi komitmen atau kesepakatan yang telah diucapkan kepada diri sendiri, orang lain, atau Tuhan. Dalam Islam, hal ini merupakan kewajiban moral dan spiritual yang menjadi cermin integritas, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Isra 17 [34] bahwa setiap janji akan dimintai pertanggungjawaban. …. اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔوْلًا Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya, Dalam perspektif teologis (khususnya Islam), setan menggunakan berbagai tipu daya psikologis dan spiritual untuk membuat manusia mengingkari janji mereka. Misalnya Setan membisikkan pikiran untuk menunda menepati janji hingga akhirnya waktu habis atau terlupa. Taswif sebagai sifat suka menunda-nunda amal kebaikan atau ibadah merupakan salah satu strategi atau senjata ampuh yang digunakan oleh Iblis untuk menyesatkan manusia. Anas bin Malik, mengatakan: التَّسْوِيفُ جُنْدٌ مِنْ جُنُودِ إِبْلِيسَ عَظِيمٌ ، طَالَمَا خَدَعَ بِهِ At-Taswif (sikap menunda-nunda) adalah salah satu tentara Iblis yang besar, sering kali Iblis mengelabui manusia menggunakannya. (Qashru Al-Amal karya Ibnu Abid Dunya: 201 Ketiga, jangan menunda sedekah Menyegerakan sedekah sangat dianjurkan karena menunda-nunda kebaikan dapat menghilangkan niat, padahal hari esok belum tentu menjadi milik kita. Menurut para ulama, bersegera bersedekah akan melipatgandakan manfaat sosial, menjaga nilai keimanan, serta melindungi diri dari berbagai malapetaka. Niat yang ditunda berpotensi digagalkan oleh godaan setan yang enggan melihat manusia beramal. Dan sedekah atau bantuan yang disalurkan segera akan lebih cepat dirasakan dan menyelamatkan mereka yang sangat membutuhkan, sebagaimana hadits Rasulullah يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ فَقَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا أَلَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kamu bersedekah pada saat dirimu sehat, kikir, takut fakir, sedangkan kamu berangan-angan menjadi orang kaya. Oleh karena itu, janganlah kamu menunda-nunda untuk bersedekah sehingga ruh sampai di tenggorokan. Maka, kamu baru berkata, “Ini untuk si fulan dan ini untuk si fulan sekalian.” Padahal harta itu memang sudah ditetapkan menjadi milik si fulan. Wallahu a’lam bi al-shawaab (Karawang Senin Sore, 29 Juni 2026)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.