• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Khutbah Jum’at Qalbun Salim (Hati Yang Selamat)

Khutbah Jum’at Qalbun Salim (Hati Yang Selamat) Oleh Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang) Perhatian Islam terhadap hati sangatlah besar. Al-Qur’an dan Sunnah berkali-kali menekankan bahwa baik-buruknya seorang manusia sangat ditentukan oleh kondisi hatinya. Karena hati merupakan tempat jatuhnya niat, keyakinan, serta ukuran baik atau buruknya suatu amal perbuatan seseorang. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسلم. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim) Kemudian kata salim diartikan sebagai selamat, sehat atau bersih, sehingga kata Qalbun Salim diartikan sebagai hati yang selamat. Qalbun Salim adalah hati yang bersih dari kesyirikan, keraguan, dan penyakit batin. Hati ini menjadi satu-satunya penentu keselamatan manusia di akhirat kelak saat harta dan anak tidak lagi berguna, sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Syu’ara’ 26 [88-89] يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ Yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, untuk menebus semua dosa-dosa yang ada,” demikian Nabi Ibrahim menutup doanya. Allah tidak membutuhkan semua itu, karena Allah Mahakaya. اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, yang selamat dari noda dan dosa. Prof. Wahbah al-Zuhaili menafsirkan ayat يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ adalah di hari itu tidaklah seseorang terselamtkan dari siksa Allah dengan hartanya, walaupun ditebus dengan emas sebesar bumi. Tidak pula dengan anak keturunannya walaupun ditebus dengan seluruh manusia yang ada di bumi. Sesungguhnya yang bisa menyelamatkan di hari itu adalah imannya kepada Allah SWT, keikhlasannya dalam beragama, dan yang terbebas dari perbuatan-perbuatan syirik dan orang-orang musyrik. Yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang bersih dari keyakinan-keyakinan yang sesat dan akhlak yang tercela yang cenderung ke arah kemaksiatan, yang ujungnya adalah sikap kafir, syirik dan nifaq. Sa’id bin al-Musib mengatakan Qalbun Salim (hati yang selamat) adalah hati yang benar, yaitu hati orang mukmin, karena hati orang kafir adalah Qalbun Maridh (hati yang sakit) sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah 2 [10] فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta. Dalam ayat lain yang terdapat pada surat al Shaafaat 37 [83-84] وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ Di antara para rasul yang Kami utus kepada umat terdahulu adalah Nabi Ibrahim. Dan sungguh, Nabi Ibrahim adalah termasuk golongannya, yaitu penerus ajaran dan agama Nabi Nuh. Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci bersih dari keyakinan batil dan akhlak tercela sehingga dalam hatinya hanya ada ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Qalbun Salīm adalah hati yang terbebas dari syirik (menyekutukan Allah), serta hati yang bersih dari berbagai penyakit batin seperti iri hati, sombong, riya’ (pamer), dengki, dan kemunafikan. Mereka memahami bahwa hanya orang yang memiliki hati yang bersih inilah yang akan selamat dan diterima oleh Allah di hari kiamat Hati yang bersih adalah hati yang mampu mengenali kebenaran dan tidak dikendalikan oleh hawa nafsu. Nabi Ibrahim as, telah menghadap Rabbnya dengan hati yang selamat, Allah menjadikan beliau teladan bagi manusia. Kemudian Allah wahyukan kepadamu (Muhammad), ikut agama Ibrahim yang lurus termaktub dalam surat al-Nahl [123] ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 123. Kemudian Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, “Ikutilah agama, yaitu sikap hidup dan akhlak Nabi Ibrahim yang lurus dan selalu dalam kebenaran, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.” Nabi Ibrahim menghadap Tuhannya dengan Qalbun Salim. Demikian pula Nabi Muhammad saw, menghadap kepada Rabbnya dengan Qalbun Salim. Termasuk dari kalangan para Nabi dan rasul, dan para sahabat Nabi kita Muhammad, semoga sholawat yang paling suci dan salam yang paling sempurna tercurah untuk beliau, begitu juga juga para syuhada’ dan orang-orang sholeh setelah mereka menghadap kepada Tuhannya dengan Qalbun Salim. Lalu bagaimana kita menghadap Tuhan denga Qalbun Salim. Maka jadikanlah pertanyaan ini judul besar dalam hidup kita. Inilah tujuan yang seharusnya dijadikan perioritas mulai saat ini, bukan bermaksud meniadakan dunia, akan tetapi menempatkan dunia pada tempatnya, dalam arti nomor satu jadikan Qalbun Salim yang paling banyak menyibukkan akal, pikiran dan hati. Syekh Shalih al-Sindi mengatakan. Hati yang selamat terhimpun dalam lima sifat أنَّ اْلَقْلبَ السَّلِيمَ هُوَ جَمَعَ خَمْسَةَ أَوْصَافٍ : الوَصفُ الأوََّلُ هو القلْبُ الذي أَسْلَمَ . الوَصفُ الثاني هو القَلْبُ الذي سَلَّمَ . الوصف الثالث هو القلْبُ الذي اسْتَسْلَمَ . الوَصفُ الربع هو القَلْبُ الذي سَلِمَ . الوصف الخامس هو القلْبُ الذي سَالَمَ Hati yang selamat terhimpun dalam lima sifat 1. Berserah diri kepada Allah yaitu sikap batin yang memadukan ikhtiar maksimal dengan keyakinan penuh bahwa hasil akhir ada di tangan-Nya. Tindakan ini bukan berarti diam tanpa usaha, melainkan wujud iman bahwa ketetapan Allah adalah yang terbaik. 2. Tunduk menerima sepenuhnya tuntunan Rasulullah Merupakan sifat as-salamah pada hati, yaitu kepasrahan mutlak, ketundukan batin, dan pengamalan tanpa ragu terhadap seluruh ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini merupakan inti dari keimanan yang benar dan tanda qalbun salim (hati yang selamat) saat menghadap Allah SWT. 3. Pasrah menerima ketetapan qadha’ dan takdir Allah Merupakan sikap ikhlas , sabar, dan tenang dalam menghadapi segala ketentuan yang terjadi. Sikap ini mencakup keyakinan bahwa semua ketetapan datang dari Allah demi kebaikan hamba-Nya. 4. Bersih dan selamat dari penyakit-penyakit hati, ia bersih dan selamat dari segala sesuatu yang memutuskannya dari Allah dan dari mengingatnya 5. Berwala dan berpihak kepada wali-wali Allah dan memusuhi musuh-musuh Allah Siapa saja yang menghadap Rabbnya dengan hati yang memiliki sifat-sifat ini, hendaklah ia bergembira dengan kebaikan yang agung ini. Qalbun Salīm bukan hanya penting untuk akhirat, tetapi sangat penting untuk kehidupan sosial yang sehat dan damai di dunia. Hati yang selamat adalah hati yang tulus, tidak merasa lebih baik dari orang lain, tidak suka menyakiti, dan tidak penuh kebencian. Orang yang memiliki Qalbun Salīm akan mudah menerima nasihat, senang mendengar kebenaran, dan selalu terbuka untuk memperbaiki diri. Ia tidak hanya menyembunyikan perasaan negatif, tapi benar-benar menyingkirkan perasaan itu dari dalam hati. Inilah hati yang akan membawa kedamaian dalam keluarga, masyarakat, bahkan dalam hubungan antarbangsa Makna utama yang bisa dipetik dari uraian ini adalah bahwa Qalbun Salīm bukan hanya tentang kesucian hati untuk akhirat, tetapi juga menjadi dasar penting untuk membangun pribadi Muslim yang utuh serta sehat secara spiritual dan harmonis dalam kehidupan sosial. Jadi, Qalbun Salīm bukan hanya tujuan akhir, tapi juga proses berkelanjutan dalam membentuk akhlak, cara berpikir, dan cara berinteraksi dengan orang lain, agar selamat di dunia dan di akhirat. Wallahu a’lam bi al-shawaab
Share:

Khutbah Jum’at Iblis Menipu Manusia Secara Total

Khutbah Jum’at Iblis Menipu Manusia Secara Total Oleh Masykur H. Mansyur (FKUB Karawang) Berdasarkan literatur Islam, Iblis berarti; dihukum, diam, dan menyesal, di antara pakar ada yang mengatakan bahwa kata iblis إبليس terambil dari kata Bahasa Arab ) أبلس ablasa( yang berarti putus asa, atau dari kata ) بلسbalasa) yang berarti tiada kebaikan. Iblis mempunyai sifat sebagai pembangkang atas perntah Tuhan. Iblis sudah ada sebelum Nabi Adam as diciptakan dan hidup dalam alam Malaikat. Sejak awal dalam kisah penciptaan Adam yang disebut adalah Iblis. Iblis tidak saja mengingkari perintah Allah SWT, dan tidak mau menghormati Adam , tetapi kemudian terlibat perdebatan panjang dengan Allah SWT Iblis adalah makhluk dari golongan jin yang awalnya sangat taat dan shaleh. Namun, ia menjadi pembangkang dan dilaknat karena menolak perintah Tuhan untuk sujud kepada Nabi Adam a.s. karena merasa lebih mulia. Pertanyaannya kepada siapa saja Iblis menjalankan tipu daya ? Sesuai dengan sumpahnya, yaitu kepada semua manusia dengan cara menjadikan mereka manusia memandang baik (perbuatan maksiat) dan memandang jelek perbuatan baik seperti tercantum dalam al-Qur’an surat al-Hijr 15 [39-40] قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْن Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pastik akan menjadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya’. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (tulus dan ikhlas (di antara mereka) Jadi semua orang akan menjadi objek penyesatan Iblis, kecuali orang yang ikhlas. Sapakah orang yang ikhlas itu . orang yang ikhlas adalah orang yang terpilih dan dijaga oleh Allah arena ketulusan dan kemurnian keimanan mereka, hamba-hamba yang mendapatkan taufik untuk taat kepada-Nya, termasuk yang berada di jalan yang lurus menuju ridha Allah. Dari arah mana saja Iblis dapat menggoda manusia Iblis menggoda manusia dari seagala arah, sesuai dengan firman Allah dalam surat al-al-A”raf 7 [17] ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” godaan dari depan maksudnya, yaitu Iblis akan menyesatkan manusia dari perkara-perkara akhirat. Sehingga ia ragu akan kehidupan akhirat. Ia ragu akan adanya balasan atas segala perbuatan yang dilakukan, ia ragu akan adanya siksaan yang teramat pedih dan kenikmatan yang tiada duanya di surga, dan lain sebagainya. Godaan Iblis dari belakang maksudnya adalah ia akan menjadikan manusia cinta akan dunia. Sehingga ia selalu mengejar dunia dan melupakan akhiratnya. Yang meliputi segala aktivitas, kebutuhan, dan perhiasan hidup manusia di bumi, serta sarana kehidupan sehari-hari dengan berbagai cara tanpa memperhatikan syariat, ia memuaskan dirinya dengan segala kenikmatan walaupun melanggar syariat, dan lain sebagainya. Godaan Iblis dari sisi kanan maksudnya, ia akan mencegah manusia dari kebaikan-kebaikan. Setiap perbuatan baik yang bermanfaat bagi diri sendiri atau orang lain dan dilakukan sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga, manusia ragu-ragu dan waswas dalam melakukan kebaikan, ia tidak ikhlas dalam melaksanakan ketaatan dan lain sebagainya. Godaan Iblis dari sisi kiri maksudnya, yaitu Iblis akan menghiasi keburukan dan kemaksiatan. Sehingga, manusia terjerumus ke dalam kemaksiatan dan keburukan, ia memutar balikkan fakta, dengan membuat keburukan seakan-akan kebaikan serta kenikmatan yang perlu dilakukan. Pada hal itu hanya tipu daya Iblis semata guna menjerumuskan manusia ke jurang kehancuran. Pada ujung ayat disebutkan wa laa tajidu aktsara hum syaakiriin (“Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [taat],”) Ali bin Abi Thalhah mengatakan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: “(Bersyukur) maksudnya, mengesakan-Nya. Sebenarnya awal dari pernyataan Iblis tersebut hanya merupakan prasangka dan dugaan belaka, tapi kemudian sesuai dengan kenyataan, sebagaimana firman Allah dalam surat Saba’ 34 [20-21] وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۝٢٠ Sungguh, Iblis benar-benar telah meyakinkan mereka terhadap kebenaran sangkaannya. Lalu, mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin. وَمَا كَانَ لَهٗ عَلَيْهِمْ مِّنْ سُلْطَانٍ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُّؤْمِنُ بِالْاٰخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِيْ شَكٍّۗ وَرَبُّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌࣖ Tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, kecuali agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman pada akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. Ketika Iblis menyampaikan misinya memperdaya manusia dari segala arah, maka Malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu Malaikat berkata; “Ya Allah, bagaimana mungkin manusia dapat terhindar dari jebakan Iblis?” Allah menjawab masih tersisa dua arah: atas dan bawah, “Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam doa dengan penuh rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.(Hadits Riwayat Imam Thabrani) Apa saja bentuk tipu daya Iblis Di antara tipu daya Iblis misalnya 1. Menunda taubat; Membisikkan ilusi bahwa ajal masih jauh, sehingga manusia terus menunda waktu untuk bertaubat dan memperbaiki diri 2. Dosa besar dengan menjerumuskan ke dalam zina, sihir, riba, atau pembunuhan 3. Dosa kecil dengan cara membuat manusia menyepelekan dosa kecil hingga menumpuk dan membinasakan hati. 4. Kepada ulama dan ahli ilmu dengan membisikkan rasa sombong atas ilmunya, merasa lebih mulia dari orang lain, serta memicu hasad (iri dengki) sesama pemegang ilmu. 5. Terhadap Ahli Ibadah: Membuat mereka fokus pada kuantitas ibadah tanpa memperhatikan syarat dan rukun yang sah, serta menjerumuskan mereka ke dalam sifat riya (pamer) 6. Terhadap Orang Kaya dengan memunculkan sifat kikir untuk bersedekah dengan menakut-nakuti mereka dengan kemiskinan, atau sebaliknya, menghamburkan harta demi pujian 7. Terhadap Orang Awam: dengan menyibukkan mereka dengan urusan duniawi secara berlebihan hingga melupakan kewajiban dasar agama seperti salat tepat waktu. 8. Dan lain sebagainya Bagaimana agar terhindar dari tipu daya Iblis Iblis merupakan makhluk Allah, yang diberi kemampuan untuk menyesatkan manusia sampai akhir zaman. Keberadaannya pun akan terus menggoda dan menjerumuskan setiap orang ke dalam perbuatan dosa. Oleh karena itu kita berupaya agar terhindar dari tipu daya Iblis. Cara agar terhindar dari tipu daya Iblis adalah dengan selalu mengingat Allah, memohon perlindungan-Nya, dan berpegang teguh pada ajaran agama. Trik agar terhindar dari godaan Iblis diantaranya; 1. Perkuat Iman dan Tawakal: Menyadari bahwa Iblis tidak punya kekuatan atas hamba yang tulus beriman serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah. اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًا ۚ ࣖ sesungguhnya tipu daya setan dan juga kawan-kawan setan itu lemah dan rapuh. 2. Mengingat Allah (Zikir): Segera ingat kepada Allah saat rasa was-was atau bisikan jahat muncul di dalam hati. 3. Mewaspadai Setan dari Golongan Manusia: Menyadari bahwa setan tidak hanya dari bangsa jin, tetapi juga ada dari manusia yang mengajak kepada perbuatan durhaka. 4. Mengendalikan Amarah: Segera berwudhu atau merubah posisi tubuh saat emosi memuncak. 5. Melawan Sifat Malas: Segera bangkit untuk beribadah tanpa menunda-nunda waktu. 6. Menjaga Pandangan: Batasi diri dari hal-hal yang memicu syahwat dan maksiat. 7. Berdo’a memohon perlindungan Allah Wallahu ‘a’lam bi al-shawaab
Share:

Do’a pada Acara Hari Koperasi ke 79 (12-7-2026)

Do’a pada Acara Hari Koperasi ke 79 (12-7-2026) Dibacaakan pada Hari Ahad 19-7-2026 di Lapangan Karangpawitan Oleh Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang) Ya Allah Yang Maha Esa Pada hari ini kami berkumpul dalam rangka Peringatan Hari Koperasi yang ke 79 seraya memanjatkan puji dan syukur ke hadirat-Mu atas segala rahmat dan karunia-Mu yang telah Engkau limpahkan kepada kami semua, hanya kepada-Mu kami berserah diri memohon pertolongan dengan harapan agar acara ini berlangsung hidmat, lancar dan sukses Ya Allah Tuhan Yang Maha mengetahui Kami memohon kehadhirot-Mu. Jadikanlah Peringatan Hari Koperasi yang ke 79 ini sebagai momentum kebangkitan koperasi dikelola secara profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman serta menjadi penguat agar peran koperasi Indonesia dapat menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang lnklusif dan berkelanjutan sehingga terwujud kemakmuran rakyat berdasarkan asas kekeluargaan dan tolong-menolong menuju Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya. Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim, Sesuai dengan tema hari koperasi tahun 2026 Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" adalah komitmen agar koperasi dapat bertransformasi menjadi pilar ekonomi rakyat yang tangguh, modern, dan mandiri. Dengan harapan agar koperasi di berbagai daerah tumbuh kuat dan sejahtera, sehiungga menjadi fondasi kokoh yang mendorong kemajuan dan kemakmuran secara menyeluruh Ya Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa Anugerahkanlah kepada kami semua sehat lahir batin, selamat dunia akhirat, dan bimbingan kepada para pemimpin dan para penggerak koperasi kami. Satukanlah langkah dan hati kami dalam semangat gotong royong dan kekeluargaan, agar kami mampu menghadapi tantangan zaman dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat kami Ya Allah Tuhan Yang maha Pengampun Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa para pemimpin dan pejuang kami, terimalah amal sholeh mereka, karena Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi maha Penyayang. Kabulkanlah do’a dan permohonan kami, agar kamu semua termasuk dalam golongan yang beruntung. Rabbana ….
Share:

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.