Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Oleh Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang)
Mari kita jadikan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2026 bukan hanya sekadar upacara seremonial tahunan belaka. Akan tetapi HUT RI Ke-81 adalah momentum perayaan milik kita semua; dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk Indonesia yang berdaulat. Sebagaimana tema HUT RI tahun ini “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” Oleh karena itu, masyarakat secara keseluruhan diharapkan terus berpartisipasi aktif dan mengambil peran untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.
Peran serta masyarakat dalam mewujudkan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” antara lain dengan;
1. Mensyukuri nikmat kemerdekaan
Syukur kemerdekaan seyogyanya tidak diwujudkan lewat pesta pora atau kemewahan, bersenang-senang atau melampiaskan hawa nafsu yang melalaikan nilai agama. Kemerdekaan adalah amanah dan modal besar dari Tuhan yang harus diisi dengan tanggung jawab moral, kesadaran beribadah, serta pengabdian untuk membangun bangsa secara jujur dan berakhlak. Disamping menyadari hak dan kewajiban secara jernih, menggunakan kebebasan untuk berbuat kebajikan tanpa merusak kebebasan orang lain, serta menempatkan diri sebagai hamba Allah yang taat pada kebenaran. Orang yang merdeka tahu haknya, tetapi ia juga sadar kewajibannya terhadap sesama dan masyarakat. Menerima kemerdekaan dengan insaf disertai segala potensi kekuatan dan kelemahan dari bangsa dan Negara kita.
Dalam Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia disamping hasil usaha fisik bangsa, sejatinya pengorbanan para syuhada pahlawan bangsa, akan tetapi juga merupakan atas berkat rahmat anugerah dan kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara ikhtiar manusia dan takdir Sang Pencipta
Kewajiban bersyukur atas nikmat Allah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah 2 [152]
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku".
2. Menjaga kesatuan dan persatuan dan menolak perpecahan
Menjaga persatuan dan kesatuan berarti merawat kebersamaan dan kerukunan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya. Prinsip yang dianut oleh bangsa kita adalah Bhineka Tunggal Ika, yang menuntut saling menghormati keragaman suku, agama, ras, dan budaya tanpa memandang rendah kelompok lain demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dapat dilakukan melalui sikap toleransi yang tinggi, saling menghormati antar warga, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi demi keutuhan bangsa.
Kita bangsa Indonesia yang menganut Bhineka Tunggal Ika dengan berbagai keragaman yang ada, agar manusia saling mengenal (li ta'arafu), saling belajar, dan memperkuat persatuan dan persaudaraan bukan untuk saling membeda-bedakan atau merendahkan. Al-Qur’an menjelaskan dalam surat al-Hujurat 49 [13]
يٰآاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ
لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.
Dan bangsa Indonesia jangan sampai terpecah belah karena perbedaan suku, agama, pilihan politik, maupun provokasi dan berita bohong. Jangan sampai pihak-pihak lain membuat desain agar kita sesama anak bangsa saling bertengkar, bercerei berei, sehingga lupa terhadap tujuan menjadi negeri yang berdaulat, sejahtera, aman, gemah ripah loh jinawi. Allah SWT mengingatkan dalam al-Qur’an surat Ali ‘Imran 3 [103]
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ…
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…
Kekuatan utama Indonesia terletak pada semangat kebhinekaan dan gotong royong antar warga.
3. Mengisi kemerdekaan dengan karya nyata
Mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan amal shaleh merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat anugerah kemerdekaan dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, nikmat kebebasan harus diwujudkan melalui perbuatan bermanfaat, kerja keras, serta kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan agama. Al-Qur’an surat al-Taubah 9 [105]
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ ...
Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan itu".
Ayat ini memotivasi setiap Muslim untuk terus berkarya dan beramal nyata tanpa henti.
Mengisi kemerdekaan berarti bekerja dan berkarya secara nyata demi kemajuan bangsa. Mewujudkan rasa syukur tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui tindakan kontribusi positif, inovastif, kreatif di berbagai bidang kehidupan sesuai kapasitas dan profesi masing-masing bagi kemajuan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, kepedulian sosial, serta pemanfaatan teknologi secara bijak sesuai moral dan akhlak untuk membangun negeri.
4. Mendo’akan para pahlawan
Mendoakan para pahlawan adalah wujud penghormatan tulus atas jasa dan pengorbanan jiwa raga mereka demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Kita memohon agar ampunan, rahmat dan kemuliaan derajat bagi mereka di sisi Allah, agar amal bakti dan pengorbanan mereka dalam membela bangsa, Negara dan agama diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dengan pahala yang berlimpah dan ditempatkan di tempat yang paling mulia
اَللّٰهُمَّ يَا اَللّٰهُ يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ، نَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اَللّٰهُ اَلْأَحَدُ اَلصَّمَدُ، أَنْ تَتَقَبَّلَ شُهَدَاءَنَا الَّذِيْنَ قُتِلُوا فِي سَبِيْلِكَ وَفِي سَبِيْلِ دِفَاعِ الْوَطَنِ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُم فِي جَنَّاتِكَ، وَجَازِهِمْ خَيْرَ الْجَزَاءِ. وَاجْعَلْ جِهَادَهُمْ وَتَفَانِيَهُمْ أُسْوَةً لَنَا فِي سَبِيلِ الْحَقِّ وَالْوَطَنِ
Ya Allah, wahai Dzat yang mengabulkan doa para peminta. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tiada tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya
Ya Allah, masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu, dan berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya. Jadikanlah jihad dan pengorbanan mereka sebagai teladan bagi kami di jalan kebenaran dan tanah air.