• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Khutbah Jum’at Hubban Jammaa, Cinta Harta Secara Berlebihan

Khutbah Jum’at Hubban Jammaa, Cinta Harta Secara Berlebihan Oleh Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang) Sudah menjadi sifat manusia, di antaranya adalah sangat mencintai harta. Mereka mengira bahwa harta akan dapat menyelamatkan dirinya. Selain itu, bahwa dengan harta yang melimpah, seseorang akan merasa dipandang hidupnya berhasil, semua keinginannya dapat dipenuhi, dan seterusnya. Di antara sebagaian manusia saat memulai aktivitasnya setelah bangun tidur sampai dia kembali ke rumahnya untuk beristirahat, yang dipikirkannya hanyalah dunia saja. Bahkan, saat tidurnya pun yang diimpikan adalah mencari harta atau dunia. Seakan-akan dirinya diciptakan untuk sekadar mencari dunia. Padahal, dengan perhatian dan keinginan yang berlebihan hingga melalaikan akhirat seperti itu, seseorang tidak akan mendapatkan rezeki kecuali yang telah Allah SWT tetapkan untuk dirinya. Dalam sebuah hadits disebutkan; Sekiranya manusia itu mempunyai satu lembah harta, niscaya ia ingin yang kedua (satu lembah lagi). Kalau ia mempunyai dua lembah, niscaya ia ingin yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut Bani Adam kecuali tanah. Dan Allah mengampuni orang-orang yang bertobat kepada-Nya. Allah SWT mengingatkan bahwa janganlah mencintai harta itu dengan berlebih-lebihan sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an surat al-Fajr 89 [20] Allah berfirman وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. Senada dengan ayat tersebut terdapat dalam surat al-‘Adiyat 100 [8] وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ Kedua ayat tersebut merupakan teguran halus sekaligus peringatan keras. Cinta harta pada batas wajar adalah fitrah karena ia sarana bertahan hidup. Namun, ketika kecintaan itu berubah menjadi hubban jammâ, kecintaan yang menumpuk-numpuk, rakus, dan tak terkendali, tak kenal batas, dengan segala cara tanpa peduli halal atau haram, sehingga membuatnya materialitis, bakhil, cenderung menggunakannya untuk sesuatu yang tidak benar, tentu ia akan mendatangkan malapetaka bagi iman seseorang. Dalam surat al-Munaafiquun 63 [9] Allah berfirman jangan sampai harta benda dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi Pada hal ada dua persoalan mendasar yang dialami manusia yang telah meninggal dunia. Pertama ia meninggalkan semua harta yang selama ini telah dikumpulkannya dengan sekuat tenaga disertai segala suka dan duka. Kedua pada saatnya nati akan mempertanggung jawabkan semua harta yang diperolehnya. Pertanyaannya lalu untuk apa kita mengejar dunia, jika pada akhirnya akan kita tinggalkan semuanya. Kita akan berpisah dengan sesuatu yang telah kita perjuangkan selama hidup yang paling kita cintai, kita jaga, misalnya rumah yang kita bangun, kendaraan yang kita banggakan, tabungan yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit, dan semua yang dimiliki. Semua itu akan ditinggalkan. Yang menyertai kita akhirnya hanya kain kafan dan amal sholeh yang pernah kita torehkan. Rasululloh saw bersabda bahwa mayyit itu diikuti dengan 3 (tiga) perkara yaitu; keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya. Dua perkara kembali, dan satu perkara tetap ikut bersama mayyit tesrsebut. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan amalnya ikut serta bersamanya. Jadi, harta yang ia tinggalkan ternyata akan menjadi pertanyaan yang berat oleh Allah, di mana ia mendapatkannya, dan untuk apa ia menggunakannya, sebagaimana sabda Rasululloh saw. لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ) Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi) Sebetulnya masalahnya bukan memiliki harta. Islam sama sekali tidak melarang seseorang muslim menjadi kaya, tetapi janganlah sampai kita hanya sibuk mengumpulkan sesuatu yang akan kita tinggalkan, sementara kita lupa menyiapkan sesuatu yang akan kita bawa menghadap kepada Allah SWT. Carilah dunia dengan usaha yang baik dan benar, tapi jangan biarkan dunia mengusai hati dan pikiran kita, karena suatu hari nanti kita akan meninggalkan semuanya. Dan yang tersisa hanyalah amal sholeh. Islam tidak melarang kita untuk menjadi kaya, bahkan menganjurkan untuk menjadi kuat secara ekonomi, tapi juga Islam mengajarkan agar kekayaan itu diperoleh dengan cara halal, jujur, dan bermanfaat bagi sesama. Karena di setiap usaha yang jujur, tersimpan keberkahan dan kemuliaan di sisi Allah. Dampak buruk terhadap cinta yang berlebihan terhadap harta menurut Prof. Muhammad Quraish Shihab adalah kecintaan seseorang terhadapnya dengan berlebih, sehingga mampu mengantarnya pada sifat bakhil, kikir, pelit dan membuat dia enggan untuk memberikan sebagian hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan. Di antara dampak buruk tersebut antara lain; 1. Adanya sifat ghoflah dalam diri seseorang. Yang menyebabkan seseorang lalai dari ibadah dan akhirat, diantaranya sifat ghaflah . sifat ghaflah adalah kondisi ketika hati manusia tertipu oleh keindahan dunia, sehingga lupa pada tujuan utama hidup yaitu mengabdi kepada Allah dan mengumpulkan bekal kematian. Hal ini membuat seseorang rugi karena menganggap dunia kekal padahal sementara 2. Menghalalkan segala cara. Menghalakan segala cara adalah tindakan seseorang yang gila harta dengan cara menipu, rela melanggar aturan, norma, atau nilai moral demi mewujudkan ambisi pribadinya. Prinsip ini mengabaikan batasan benar atau salah asalkan tujuan yang diinginkan tercapai. 3. Menjadikan seseorang bersifat kikir. Menumpuk harta secara berlebihan dan enggan berbagi sering kali menumbuhkan sifat kikir atau bakhil, yang lahir dari rasa cinta dunia yang terlalu mendalam. Sikap ini membuat seseorang merasa harta adalah milik mutlak dan kekal, sehingga muncul ketakutan besar harta akan berkurang jika dikeluarkan 4. Melahirkan sifat anti sosial Menumpuk harta secara berlebihan dapat memicu sifat anti sosial karena fokus hidup seseorang bergeser dari hubungan kemanusiaan menjadi obsesi materi dan ketakutan kehilangan kekayaan, sehingga menimbulkan hilangnya rasa empati. Dengan hilngnya rasa empati ini ditandai dengan mengabaikan kebutuhan dan penderitaan orang lain di sekitarnya. wallahu a’lam bi al-shawaab
Share:

Khutbah Jum’at Alam Semesta-pun Bertasbih

Khutbah Jum’at Alam Semesta-pun Bertasbih Oleh Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang) Kalimat tasbih yaitu mengikrarkan kesucian terhadap Allah SWT dari segala sifat kekurangan, kesalahan, keburukan, aib atau segala sesuatu yang tidak layak bagi-Nya, baik yang terlintas dalam hati dan pikiran pengucap maupun pihak lain. Kalimat tasbih dikenal dengan ucapan subhanallah. Subhanallah (Maha Suci Allah). Kata tasbih berasal dari kata kerja sabbaha dan yusabbihu yang artinya mensucikan. Tasbih termasuk amalan yang sangat mudah, tapi sarat pahala. Sebagai bagian dari dzikir, tasbih bisa dilakukan kapan pun dan di manapun; tidak mesti di masjid dan tidak harus dalam keadaan suci. Karena kalimat suci, maka lebih baik dalam keadaan suci.Tasbih bisa dilafalkan dalam perjalanan pergi atau pulang kerja, di kantor, sekolah, rumah, pasar, tempat olah raga, mall dan lain sebagainya. Bahkan Allah SWT memerintahkan bertasbih baik di dalam shalat maupun di luar shalat bahkan sepanjang waktu, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an surat al-Ahzab 33 [42] وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang (dengan menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan). Dan dikuatkan lagi dalam surat Thoha 20 [130] فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَاۚ وَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang. Tasbih adalah amalan para Nabi dan orang-orang beriman. Bahkan, seluruh alam semesta, yang di langit, bumi, dan di antara keduanya, semua yang berada di bawah Arsy Allah sejatinya mereka semua bertasbih kepada Allah tanpa henti untuk mendapatkan jalan (washilah) menuju kepada-Nya. Seluruh makhluk, langit, dan bumi bertasbih memuji Allah, menjadikan kalimat ini selaras dengan ritme alam raya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Isra’ 17 [44], تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Sayyid Quthb dalam Tafsir fi Zhilalil Qur’an menafsirkan ayat ini,….sungguh indah pemandangan semesta alam yang unik ini ketika menggambarkan hati dan jiwa. juga ketika bercerita tentang kerikil dan bebatuan, biji-bijian dan dedaunan, bunga-bunga dan buah-buahan, tumbuhan dan pepohonan, semut dan binatang melata lainnya, hewan dan manusia, mahluk yang berjalan di daratan dan yang berenang di lautan serta yang melayang di angkasa. Semuanya bersama-sama dengan penghuni langit bertasbih dan menghadapkan wajah nuraninya kepada Allah yang berada kepada ketinggian-Nya. Hati Nurani ini benar-benar bergetar mana kala merasakan adanya kehidupan bergerak di sekitar diri ini, yang terlihat maupun yang tak terlihat. Setiap kali tangan ini hendak menyentuh sesuatu, dan setiap kali kaki ini hendak menginjak sesuatu, terngiang darinya suara tasbih kepada Allah, seraya ia ikut berdenyut bersama nadi kehidupan. Semuanya bertasbih dengan cara dan bahasanya masing-masing, tetapi manusia tidak mengerti tasbih mereka, Sayyid Quthb lebih lanjut menjelaskan dalam tafsirnya, kamu tidak mengerti cara bertasbih mereka karena kamu terhalang oleh lempengan duniawimu. Juga karena kamu tidak bisa mendengarkannya dengan hatimu, dan kamu tidak mau membawa hatimu ke dalam rahasia-rahasia wujud yang tersembunyi. Kamu tidak berkenan membawanya kepada hukum alam yang menarik setiap benda atom yang ada di semesta alam raya ini agar semuanya menghadap kepada Sang Pencipta hukum alam dan yang mengatur alam semesta raya ini. Dikala hati ini menerawang dengan kebeningan jiwa sehingga mampu mendengar denyut nadi kehidupan dari segala mahluk yang bergerak maupun yang diam, sedangkan mereka melantunkan tasbih kepada Sang Pencipta, maka hati ini siap utuk berkomunikasi dengan Yang Maha Tinggi. Juga siap memahami rahasia-rahasia wujud yang sesungguhnya tak dapat dipahami oleh jiwa-jiwa yang lalai. Yakni jiwa yang terhalang oleh lempengan duniawi sehingga hatinya tak mampu berinteraksi dengan rahasia yang tersembunyi di dalam wujud semesta raya ini, yang sedang berdenyut bersama segala mahluk yang bergerak maupun yang diam. Al-Razi dan sejumlah ulama lainnya berpendapat bahwa tasbihnya manusia dan mahluk-mahluk berakal adalah tasbih yang sesungguhnya, artinya mereka mengucapkan “subhanallah”, untuk mencucikan dan mengagungkan Allah. Sedangkan tasbihnya selain manusia bersifat majasi, atau tasbih dilaalah (bukti). Artinya, keberadaan mahluk-mahluk tersebut menjadi bukti adanya Tuhan Sang Pencipta. Karena semua mahluk menjadi saksi bagi dirinya sendiri bahwa Allah Azza wa Jalla adalah Sang Pencipta Yang maha Kuasa. Sedangkan menurut al-Qurthubi dan sejumlah ulama lainnya berpendapat bahwa pendapat yang benar ialah segala sesuatu yang ada di alam ini benar-benar bertasbih, berdasarkan dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut. Seandainya tasbih tersebut sekedar tasbih dilaalah, tiada gunanya pengkhususan Nabi Dawud a.s. yang disebutkan dalam firman Allah yang artinya “bersabarlah atas apa yang mereka katakan. Dan ingatlah akan hamba Kami, Dawud yang mempunyai kekauatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah). Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-guung untuk bertasbih Bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi. Al-Qur’an surat Shaad: 38 [17-18]) Selain sarat dengan kebaikan dan pahala, tasbih juga memiliki banyak keutamaan, antara lain; 1. Dapat menghapus dosa meskipun dosanya lebih banyak dari buih di lautan مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ. Tidak ada seorang laki-laki yang mengucapkan laa ilaaha illa Allah wa Allahu Akbar wa Subhaanallahi wal hamdulillah wa laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah kecuali dosa-dosanya telah dileburkan darinya meskipun ia lebih banyak dari pada buih lautan. 2. Dapat menggugurkan kesalahan sebagaimana pohon menggugurkan daunnya أَخَذَ غُصْنًا فَنَفَضَهُ فَلَمْ يَنْتَفِضْ ثُمَّ نَفَضَهُ فَلَمْ يَنْتَفِضْ ثُمَّ نَفَضَهُ فَانْتَفَضَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ تَنْفُضُ الْخَطَايَا كَمَا تَنْفُضُ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا. Bahwasannya Rasulullah saw. mengambil ranting, lalu beliau menggugurkannya, namun ranting itu tidak gugur, kemudian beliau menggugurkannya lagi, namun tidak gugur, beliau menggugurkannya lagi, lalu ranting itu gugur. Rasulullah saw. pun bersabda, “Sungguh Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illaa Allah wa Allahu Akbar itu dapat menggugurkan kesalahan-kesalahan sebagaimana pohon menggugurkan daunnya. 3. Ringan di ucapkan tapi berat dalam timbangan kebaikan yaitu Bacaan subhanallah wa bi hamdihi dan subhanallahil ‘Aziim 4. Bacaan yang paling dicintai Allah Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, dan Allahu Akbar Wallahu a’lam bi al-shawaab
Share:

Khutbah Jum’at HUT Kemerdekaan RI ke 81 Tahun 2026

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Oleh Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang) Mari kita jadikan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2026 bukan hanya sekadar upacara seremonial tahunan belaka. Akan tetapi HUT RI Ke-81 adalah momentum perayaan milik kita semua; dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk Indonesia yang berdaulat. Sebagaimana tema HUT RI tahun ini “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” Oleh karena itu, masyarakat secara keseluruhan diharapkan terus berpartisipasi aktif dan mengambil peran untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya. Peran serta masyarakat dalam mewujudkan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” antara lain dengan; 1. Mensyukuri nikmat kemerdekaan Syukur kemerdekaan seyogyanya tidak diwujudkan lewat pesta pora atau kemewahan, bersenang-senang atau melampiaskan hawa nafsu yang melalaikan nilai agama. Kemerdekaan adalah amanah dan modal besar dari Tuhan yang harus diisi dengan tanggung jawab moral, kesadaran beribadah, serta pengabdian untuk membangun bangsa secara jujur dan berakhlak. Disamping menyadari hak dan kewajiban secara jernih, menggunakan kebebasan untuk berbuat kebajikan tanpa merusak kebebasan orang lain, serta menempatkan diri sebagai hamba Allah yang taat pada kebenaran. Orang yang merdeka tahu haknya, tetapi ia juga sadar kewajibannya terhadap sesama dan masyarakat. Menerima kemerdekaan dengan insaf disertai segala potensi kekuatan dan kelemahan dari bangsa dan Negara kita. Dalam Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia disamping hasil usaha fisik bangsa, sejatinya pengorbanan para syuhada pahlawan bangsa, akan tetapi juga merupakan atas berkat rahmat anugerah dan kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara ikhtiar manusia dan takdir Sang Pencipta Kewajiban bersyukur atas nikmat Allah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah 2 [152] فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku". 2. Menjaga kesatuan dan persatuan dan menolak perpecahan Menjaga persatuan dan kesatuan berarti merawat kebersamaan dan kerukunan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya. Prinsip yang dianut oleh bangsa kita adalah Bhineka Tunggal Ika, yang menuntut saling menghormati keragaman suku, agama, ras, dan budaya tanpa memandang rendah kelompok lain demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dapat dilakukan melalui sikap toleransi yang tinggi, saling menghormati antar warga, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi demi keutuhan bangsa. Kita bangsa Indonesia yang menganut Bhineka Tunggal Ika dengan berbagai keragaman yang ada, agar manusia saling mengenal (li ta'arafu), saling belajar, dan memperkuat persatuan dan persaudaraan bukan untuk saling membeda-bedakan atau merendahkan. Al-Qur’an menjelaskan dalam surat al-Hujurat 49 [13] يٰآاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. Dan bangsa Indonesia jangan sampai terpecah belah karena perbedaan suku, agama, pilihan politik, maupun provokasi dan berita bohong. Jangan sampai pihak-pihak lain membuat desain agar kita sesama anak bangsa saling bertengkar, bercerei berei, sehingga lupa terhadap tujuan menjadi negeri yang berdaulat, sejahtera, aman, gemah ripah loh jinawi. Allah SWT mengingatkan dalam al-Qur’an surat Ali ‘Imran 3 [103] وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ… Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai… Kekuatan utama Indonesia terletak pada semangat kebhinekaan dan gotong royong antar warga. 3. Mengisi kemerdekaan dengan karya nyata Mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan amal shaleh merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat anugerah kemerdekaan dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, nikmat kebebasan harus diwujudkan melalui perbuatan bermanfaat, kerja keras, serta kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan agama. Al-Qur’an surat al-Taubah 9 [105] وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ ... Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan itu". Ayat ini memotivasi setiap Muslim untuk terus berkarya dan beramal nyata tanpa henti. Mengisi kemerdekaan berarti bekerja dan berkarya secara nyata demi kemajuan bangsa. Mewujudkan rasa syukur tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui tindakan kontribusi positif, inovatif, kreatif di berbagai bidang kehidupan sesuai kapasitas dan profesi masing-masing bagi kemajuan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, kepedulian sosial, serta pemanfaatan teknologi secara bijak sesuai moral dan akhlak untuk membangun negeri. 4. Mendo’akan para pahlawan Mendoakan para pahlawan adalah wujud penghormatan tulus atas jasa dan pengorbanan jiwa raga mereka demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Kita memohon agar ampunan, rahmat dan kemuliaan derajat bagi mereka di sisi Allah, agar amal bakti dan pengorbanan mereka dalam membela bangsa, Negara dan agama diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dengan pahala yang berlimpah dan ditempatkan di tempat yang paling mulia اَللّٰهُمَّ يَا اَللّٰهُ يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ، نَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اَللّٰهُ اَلْأَحَدُ اَلصَّمَدُ، أَنْ تَتَقَبَّلَ شُهَدَاءَنَا الَّذِيْنَ قُتِلُوا فِي سَبِيْلِكَ وَفِي سَبِيْلِ دِفَاعِ الْوَطَنِ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُم فِي جَنَّاتِكَ، وَجَازِهِمْ خَيْرَ الْجَزَاءِ. وَاجْعَلْ جِهَادَهُمْ وَتَفَانِيَهُمْ أُسْوَةً لَنَا فِي سَبِيلِ الْحَقِّ وَالْوَطَنِ Ya Allah, wahai Dzat yang mengabulkan doa para peminta. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tiada tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya Ya Allah, masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu, dan berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya. Jadikanlah jihad dan pengorbanan mereka sebagai teladan bagi kami di jalan kebenaran dan tanah air.
Share:

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.