Home »
» Khutbah Jum’at Iblis Menipu Manusia Secara Total
Khutbah Jum’at Iblis Menipu Manusia Secara Total
Khutbah Jum’at Iblis Menipu Manusia Secara Total
Oleh Masykur H. Mansyur (FKUB Karawang)
Berdasarkan literatur Islam, Iblis berarti; dihukum, diam, dan menyesal, di antara pakar ada yang mengatakan bahwa kata iblis إبليس terambil dari kata Bahasa Arab ) أبلس ablasa( yang berarti putus asa, atau dari kata ) بلسbalasa) yang berarti tiada kebaikan.
Iblis mempunyai sifat sebagai pembangkang atas perntah Tuhan. Iblis sudah ada sebelum Nabi Adam as diciptakan dan hidup dalam alam Malaikat. Sejak awal dalam kisah penciptaan Adam yang disebut adalah Iblis. Iblis tidak saja mengingkari perintah Allah SWT, dan tidak mau menghormati Adam , tetapi kemudian terlibat perdebatan panjang dengan Allah SWT Iblis adalah makhluk dari golongan jin yang awalnya sangat taat dan shaleh. Namun, ia menjadi pembangkang dan dilaknat karena menolak perintah Tuhan untuk sujud kepada Nabi Adam a.s. karena merasa lebih mulia.
Pertanyaannya kepada siapa saja Iblis menjalankan tipu daya ?
Sesuai dengan sumpahnya, yaitu kepada semua manusia dengan cara menjadikan mereka manusia memandang baik (perbuatan maksiat) dan memandang jelek perbuatan baik seperti tercantum dalam al-Qur’an surat al-Hijr 15 [39-40]
قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ اِلَّا عِبَادَكَ
مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْن
Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pastik akan menjadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya’. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (tulus dan ikhlas (di antara mereka)
Jadi semua orang akan menjadi objek penyesatan Iblis, kecuali orang yang ikhlas. Sapakah orang yang ikhlas itu . orang yang ikhlas adalah orang yang terpilih dan dijaga oleh Allah arena ketulusan dan kemurnian keimanan mereka, hamba-hamba yang mendapatkan taufik untuk taat kepada-Nya, termasuk yang berada di jalan yang lurus menuju ridha Allah.
Dari arah mana saja Iblis dapat menggoda manusia
Iblis menggoda manusia dari seagala arah, sesuai dengan firman Allah dalam surat al-al-A”raf 7 [17]
ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
godaan dari depan maksudnya, yaitu Iblis akan menyesatkan manusia dari perkara-perkara akhirat. Sehingga ia ragu akan kehidupan akhirat. Ia ragu akan adanya balasan atas segala perbuatan yang dilakukan, ia ragu akan adanya siksaan yang teramat pedih dan kenikmatan yang tiada duanya di surga, dan lain sebagainya.
Godaan Iblis dari belakang maksudnya adalah ia akan menjadikan manusia cinta akan dunia. Sehingga ia selalu mengejar dunia dan melupakan akhiratnya. Yang meliputi segala aktivitas, kebutuhan, dan perhiasan hidup manusia di bumi, serta sarana kehidupan sehari-hari dengan berbagai cara tanpa memperhatikan syariat, ia memuaskan dirinya dengan segala kenikmatan walaupun melanggar syariat, dan lain sebagainya.
Godaan Iblis dari sisi kanan maksudnya, ia akan mencegah manusia dari kebaikan-kebaikan. Setiap perbuatan baik yang bermanfaat bagi diri sendiri atau orang lain dan dilakukan sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga, manusia ragu-ragu dan waswas dalam melakukan kebaikan, ia tidak ikhlas dalam melaksanakan ketaatan dan lain sebagainya.
Godaan Iblis dari sisi kiri maksudnya, yaitu Iblis akan menghiasi keburukan dan kemaksiatan. Sehingga, manusia terjerumus ke dalam kemaksiatan dan keburukan, ia memutar balikkan fakta, dengan membuat keburukan seakan-akan kebaikan serta kenikmatan yang perlu dilakukan. Pada hal itu hanya tipu daya Iblis semata guna menjerumuskan manusia ke jurang kehancuran.
Pada ujung ayat disebutkan wa laa tajidu aktsara hum syaakiriin (“Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [taat],”)
Ali bin Abi Thalhah mengatakan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: “(Bersyukur) maksudnya, mengesakan-Nya.
Sebenarnya awal dari pernyataan Iblis tersebut hanya merupakan prasangka dan dugaan belaka, tapi kemudian sesuai dengan kenyataan, sebagaimana firman Allah dalam surat Saba’ 34 [20-21]
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ٢٠
Sungguh, Iblis benar-benar telah meyakinkan mereka terhadap kebenaran sangkaannya. Lalu, mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.
وَمَا كَانَ لَهٗ عَلَيْهِمْ مِّنْ سُلْطَانٍ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُّؤْمِنُ بِالْاٰخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِيْ شَكٍّۗ وَرَبُّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌࣖ
Tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, kecuali agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman pada akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
Ketika Iblis menyampaikan misinya memperdaya manusia dari segala arah, maka Malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu Malaikat berkata; “Ya Allah, bagaimana mungkin manusia dapat terhindar dari jebakan Iblis?” Allah menjawab masih tersisa dua arah: atas dan bawah, “Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam doa dengan penuh rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.(Hadits Riwayat Imam Thabrani)
Apa saja bentuk tipu daya Iblis
Di antara tipu daya Iblis misalnya
1. Menunda taubat; Membisikkan ilusi bahwa ajal masih jauh, sehingga manusia terus menunda waktu untuk bertaubat dan memperbaiki diri
2. Dosa besar dengan menjerumuskan ke dalam zina, sihir, riba, atau pembunuhan
3. Dosa kecil dengan cara membuat manusia menyepelekan dosa kecil hingga menumpuk dan membinasakan hati.
4. Kepada ulama dan ahli ilmu dengan membisikkan rasa sombong atas ilmunya, merasa lebih mulia dari orang lain, serta memicu hasad (iri dengki) sesama pemegang ilmu.
5. Terhadap Ahli Ibadah: Membuat mereka fokus pada kuantitas ibadah tanpa memperhatikan syarat dan rukun yang sah, serta menjerumuskan mereka ke dalam sifat riya (pamer)
6. Terhadap Orang Kaya dengan memunculkan sifat kikir untuk bersedekah dengan menakut-nakuti mereka dengan kemiskinan, atau sebaliknya, menghamburkan harta demi pujian
7. Terhadap Orang Awam: dengan menyibukkan mereka dengan urusan duniawi secara berlebihan hingga melupakan kewajiban dasar agama seperti salat tepat waktu.
8. Dan lain sebagainya
Bagaimana agar terhindar dari tipu daya Iblis
Iblis merupakan makhluk Allah, yang diberi kemampuan untuk menyesatkan manusia sampai akhir zaman. Keberadaannya pun akan terus menggoda dan menjerumuskan setiap orang ke dalam perbuatan dosa. Oleh karena itu kita berupaya agar terhindar dari tipu daya Iblis.
Cara agar terhindar dari tipu daya Iblis adalah dengan selalu mengingat Allah, memohon perlindungan-Nya, dan berpegang teguh pada ajaran agama.
Trik agar terhindar dari godaan Iblis diantaranya;
1. Perkuat Iman dan Tawakal: Menyadari bahwa Iblis tidak punya kekuatan atas hamba yang tulus beriman serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًا ۚ ࣖ
sesungguhnya tipu daya setan dan juga kawan-kawan setan itu lemah dan rapuh.
2. Mengingat Allah (Zikir): Segera ingat kepada Allah saat rasa was-was atau bisikan jahat muncul di dalam hati.
3. Mewaspadai Setan dari Golongan Manusia: Menyadari bahwa setan tidak hanya dari bangsa jin, tetapi juga ada dari manusia yang mengajak kepada perbuatan durhaka.
4. Mengendalikan Amarah: Segera berwudhu atau merubah posisi tubuh saat emosi memuncak.
5. Melawan Sifat Malas: Segera bangkit untuk beribadah tanpa menunda-nunda waktu.
6. Menjaga Pandangan: Batasi diri dari hal-hal yang memicu syahwat dan maksiat.
7. Berdo’a memohon perlindungan Allah
Wallahu ‘a’lam bi al-shawaab







Tidak ada komentar:
Posting Komentar