Home »
» Malaikat Berganti Shift pada Waktu Ashar dan Subuh Oleh Masykur H. Mansyur (FKUB Karawang)
Malaikat Berganti Shift pada Waktu Ashar dan Subuh Oleh Masykur H. Mansyur (FKUB Karawang)
Rasulullah SAW menginformasikan bahwa para Malaikat berkumpul di waktu sholat Subuh dan waktu sholat Ashar. Karena di waktu Shubuh dan Ashar, para Malaikat berkumpul untuk berganti tugas, berganti shift di bumi.
Lantas malaikat yang bermalam naik dan Tuhan mereka menanyai mereka (meskipun Allah paling tahu terhadap mereka), bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?. Jawab para malaikat, "Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan sholat." (HR Muslim)
Waktu ashar merupakan waktu bertemunya malaikat yang bertugas di siang hari dengan malaikat yang akan bertugas di malam hari, maka lakukan shalat ashar karena ketika malaikat ditanya oleh Allah "sedang apa hamba-Ku?" Malaikat akan menjawab "sedang shalat". Waktu subuh merupakan waktu bertemunya malaikat yang bertugas di malam hari dengan malaikat yang akan bertugas di siang hari, maka lakukan shalat subuh karena ketika malaikat ditanya oleh Allah "sedang apa hamba-Ku?" Malaikat akan menjawab "sedang shalat". Dalam hadits dijelaskan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَار،ِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ وَصَلَاةِ الْفَجْرِ، ثُمَّ فَيَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُم وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ ُ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي ؟ فَيَقُولُونَ أأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّون.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "momen terbaik untuk dipersaksikan para Malaikat malam hari dan para malikat siang hari silih berganti mendatangi kalian. Mereka berkumpul ketika sholat Subuh dak ketika sholat Ashar. Lalu. Malaikat yang mengawasi kalian di malam hari naik ke langit, lantas Allah bertanya kepada mereka (walau sesungguhnya Allah lebih tahu), 'bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Para Malaikat menjawab, 'kami datangi mereka, ketika mereka sedang melaksanakan sholat, dan kami meninggalkan mereka ketika mereka juga sedang mendirikan shalat’. (HR Bukhari & Muslim )
Pertanyaannya kenapa dua waktu itu yang dipilih
Malaikat melapor pada waktu Ashar dan Subuh karena dua waktu tersebut merupakan momen pergantian tugas malaikat penjaga siang dan malam. Mereka berkumpul, naik ke langit, dan menyampaikan laporan amal manusia kepada Allah SWT. Kedua waktu ini dipilih karena merupakan titik krusial pergantian waktu, di mana shalat berjamaah sangat dianjurkan.
Kenapa sholat subuh, karena pada waktu sholat subuh disaksikan oleh Malaikat, sebagaimana Firmn Allah dalam surat al-Isra’ 17 [78]
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا ٧٨
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap’ malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)
Keutamaan sholat subuh
Subuh menandai awal perencanaan aktivitas produktif, sementara ashar adalah waktu krusial laporan amal harian.
Barang siapa yang bangun untuk shalat Subuh, maka ia telah membuka peluang besar mendapatkan perlindungan Allah. sholat subuh juga disaksikan oleh Malaikat, yaitu Malaikat siang dan Malaikat malam.
Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa shalat Subuh yang dijaga akan menjadi pelindung dari berbagai kesulitan yang tak terlihat.
1. Disaksikan Langsung oleh malaikat
Sholat Subuh menjadi ibadah yang secara khusus disaksikan oleh malaikat, sebagaimana disebutkan dalam HR Al-Bukhari No. 137 dan HR Muslim No. 632. Pada waktu ini, malaikat diperintahkan Allah untuk mencatat siapa saja yang memohon ampun dan berdoa kepada-Nya. Karena itu, waktu Subuh sangat dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak dzikir.
2. Bernilai pahala seperti sholat semalam penuh
Dalam HR Muslim No. 656 dijelaskan bahwa seseorang yang melaksanakan sholat Isya berjamaah memperoleh pahala setengah malam, sedangkan mereka yang menunaikan sholat Subuh berjamaah mendapatkan pahala seperti sholat semalam suntuk. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah Subuh jika dikerjakan dengan istiqamah dan berjamaah.
3. Amalan yang mengantarkan ke surga
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sholat Subuh dan Ashar merupakan dua sholat yang menjadi sebab langsung seseorang dijamin masuk surga (HR Al-Bukhari No. 574 dan HR Muslim No. 635). Konsistensi dalam menjaga dua sholat ini menjadi tanda kuatnya iman dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
4. Dijamin mendapatkan kebaikan dan kemudahan hidup
Dalam HR Muslim No. 163 dijelaskan bahwa siapa saja yang menjaga sholat Subuh akan berada dalam jaminan Allah. Artinya, Allah akan memberikan perlindungan, kemudahan urusan, serta membuka pintu rezeki. Kesulitan hidup pun akan dimudahkan dengan izin-Nya.
Sementara itu, sholat ashar berada di penghujung siang dan menjelang malam, waktu di mana banyak orang mulai lengah. Sehingga sholat ashar sering ditinggalkan karena kesibukan sore hari. Justru karena sulit dijaga pahala sholat ini sangatlah besar.
Dalam al-Qur’an surat al-Baqarah 2 [238] Allah berfirman
حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ ٢٣٨
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu´
Maksud ayat tersebut kerjakanlah sholat lima waktu dengan rutin dan tepat waktunya, lengkap semua rukun dan syaratnya, dengan hati yang khusyu’ tanpa tergesa-gesa maupun menunda-nunda. Dan sholat wustha’ dari kata al- washath artinya adil dan yang terbaik. Al-wustha artinya yang paling utama. Bisa jadi pula makna yang diaksud sholat yang tengah-pertengahan dari segi jumlah, sebab ia terletak di tengah antra dua sholat sebelumnya dan dua sholat setelahnya.
Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi memaparkan bahwa ternyata ulama berbeda pendapat tentang makna salat wustha pada ayat tersebut. Apakah ia adalah sholat ashar, maghrib, isya, subuh ataukah dzuhur?
Pembahasan mengenai hal tersebut, menurut Syekh asy-Sya’rawi, merupakan pembahasan yang mendalam, dimana makna dari salat wustha dapat dimungkinkan pada seluruh sholat yang lima waktu itu. Hal tersebut -menurut beliau- terjadi karena sesuatu apapun tidak dapat disebut sebagai wustha (di tengah), kecuali bila ia berada pada dua posisi yang berseberangan.
Sedangkan pendapat yang memahami sholat wustha adalah shalat ashar, mereka berlandaskan pada hadis Nabi Muhammad Saw. saat Perang Khondaq, yang berbunyi:
حَبَسُوْنَا عَنْ صَلاَةِ الوُسْطَى حَتَّى غَابَتِ الشَّمْشُ، مَلَأَ اللّهُ قُبُوْرَهُمْ وَبُيُوْتَهُمْ -أَوْ أَجْوَافَهُمْ- نَارًا
“Mereka telah memblokir kita hingga kita tidak dapat melaksanakan sholat wustha hingga matahari tenggelam. Kita do’akan semoga Allah Swt. memenuhi kuburan atau rumah, atau perut mereka dengan api”. (HR. Bukhari: 4169).
Wahbah az-Zuhaili mengatakan bahwa sholat wustha’ menurut pendapat yang kuat adalah wustha’ artinya sholat Ashar. Bersadar hadits marfu’ riwayat Muslim dan Abu Dawud dari Ali waktu perang Ahzab.
شَغَلُوْنَ عَنِ الصّلاَة الوُسْطَى – صلاةِ العَصْرِ
Mereka orang-orang kafir itu menyibukan kita sehingga tidak sempat mengerjakan sholat wustha – shalat Ashar.
Pada hadits lain disebutkan
فَإِنْ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لَا تُغْلَبُوا عَلَى صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا
Jika kalian tidak lemah untuk melakukan sholat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, maka lakukanlah. HR Bukhari
Dengan menjaga shalat Ashar, seseorang memperlihatkan keteguhan dalam ibadah meskipun dalam kondisi lelah. Itulah sebabnya, menjaga waktu ashar juga menjadi tanda keimanan dan keistiqamahan seorang hamba. Waktu sore hari, khususnya setelah sholat ashar hingga menjelang maghrib, adalah salah satu waktu dimana do’a - do’a lebih mudah dikabulkan oleh Allah. Dido’akan oleh malaikat secara khusus, sebagaimana hadits riwayat imam Tirmidzi,dan Ahmad. semoga Allah merahmati seseorang yang sholat sebelum terbenamnya mata hari dan sebelum terbitnya.
Dalam al-Qur’an surat Qaf 50 [39]
فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ ٱلۡغُرُوبِ ٣٩
39. Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).
Dalam sebuah hadits dinyatakan ‘"Kami pernah duduk bersama Rasulullah SAW pada malam bulan purnama, lalu beliau mengarahkan pandangannya ke bulan dan bersabda: 'Sungguh, kelak di akhirat kalian a’kan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan pada malam ini. Masing-masing dari kalian akan dapat dengan mudah melihat-Nya. Oleh karena itu, sekiranya kalian mampu untuk tidak ketinggalan mengerjakan sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (secara berjamaah), hendaklah kalian mengerjakannya.
Sebagai penutup mari kita mempersiapkan diri dan istiqamah untuk mulai membiasakan diri menjaga sholat kita dengan tepat waktu.Tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk cinta dan taqwa kepada Allah. Dengan menjaga sholat tepat waktu ini, berarti kita sedang memohon perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar