Istiqamah Salah Satu Ibadah Terberat Di Zaman Modern
Oleh: Masykur H. Mansyur (Ketua FKUB Karawang, dosen FAI Unsika Karawang)
Istiqamah (konsistensi) dalam beribadah adalah salah satu ibadah terberat karena melawan hawa nafsu dan godaan duniawi yang dinamis. Ibadah ini menuntut keteguhan hati, bukan sekadar kuantitas, tapi juga untuk tetap taat kepada Allah SWT, menjadikannya kunci kemuliaan dan ketakwaan, serta amalan yang paling dicintai Allah.
Secara bahasa istqamah diartikan sebagai lurus, teguh dan tetap. Sedangkan menurut istilah diartikan sebagai keadaan atau upaya seseorang untuk tetap teguh mengikuti jalan lurus (agama Islam) yang ditunjuk oleh Allah SWT.
Siapa yang disebut dengan orang yang istiqamah itu, orang yang istiqamah adalah orang yang serasi antara hati, lisan (ucapan) dan tindakan berdasarkan keimanan, sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dari Anas bin Malik.
لَايَسْتَقِيْمُُ إيْمَانُ عَبْدٍ حتي يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ, وَلآ يَسْتَقِيْمُُ قَلْبُهُ حتي يَسْتَقِيْمَ لِسَانِهِ
Tidaklah dapat dikatakan istiqamah iman seorang hamba, sehingga hatinya istiqamah, hatinya tidak dapat dikatakan istiqamah sehingga lisannya istiqamah
Di samping itu orang yang istiqamah adalah orang yang berlaku lurus, sopan dan berbudi pekerti yang baik sebagaimana al-Qur’an surat al-Taubah 9 [7]
…..فَمَا ٱسۡتَقَٰمُواْ لَكُمۡ فَٱسۡتَقِيمُواْ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ ٧
maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Kenapa istiqamah dikatakan sebagai ibadah terberat antara lain
Tantangan istiqamah di zaman modern diantaranya;
1. Distraksi digital dan kecepatan. Dimana budaya instan dan media sosial menciptakan distraksi yang membuat konsistensi dalam ibadah cenderung menjadi sulit.
2. Belum lagi gaya hidup hedonis menjadi godaan materialism seringkali menggeser prioritas ibadah.
3. Termasuk kita harus hati-hati dengan kemaksiatan digital memungkinkan akses mudah terhadap hal-hal negative, menuntut keteguhan hati yang lebih kuat. meskipun penuh godaan
Istiqamah bukanlah hal mustahil dan menjadi solusi utama untuk menjaga kualitas iman di tengah perkembangan IPTEK serta kemaksiatan yang semakin kompleks.
Apa saja bentuk istiqamah di zaman modern
Istiqamah saat ini tidak harus membatasi diri dari kemajuan teknologi, melainkan bagaimana mempertahankan agar tetap survive di tengah arus modernisasi. Dengan memperhatikan;
1. Ibadah secara konsisten ((bukan sekedar kuantitas), misalnya memulai dengan amalan kecil yang rutin, seperti sholat tepat waktu di sela kesibukan
2. Etika digital; yakni menggunakan media sosial untuk kebaikan dan menghindari penyebaran hoaks atau konten negative
3. Integritas (amanah); yakni jujur dalam bekerja dan bertanggung jawab di tengah lingkungan yang serba cepat, serta komitmen dalam setiap peran dan profesi yang kita jalani.
Bagaimana caranya agar kita tetap istiqamah dalam beribadah
1. Managemen waktu ibadah
Yaitu menjadwalkan ibadah sama pentingnya dengan pekerjaan
2. Memperhatikan lingkungan yang mendukung
Yakni mencari komunitas atau teman yang mengingatkan pada kebaikan
3. Niat yang tulus
Dengan memperbaharui niat ikhlas untuk meningkatkan ketakwaan, bukan sekedar rutinitas.
Istiqamah di zaman modern, meski terlihat sulit, menuntun kita untuk tetap memiliki pedoman di dunia yang terus berubah secara dinamis. Oleh karena itu bagaimanapun modernnya zaman, istiqamah (teguh pendirian) selalu dipakai dalam arti yang positif. Pertama. Istiqamah dapat berfungsi sebagai pencegah setiap pribadi agar tidak tergoda oleh prilaku maksiat dan lebih-lebih ingkar kepada Allah setelah ia beriman. Perhatikan al-Qur’an surat Fushshilat 41 [6]
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَٱسۡتَقِيمُوٓاْ إِلَيۡهِ وَٱسۡتَغۡفِرُوهُۗ وَوَيۡلٞ لِّلۡمُشۡرِكِينَ ٦
Artinya; Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya
Kedua. Orang yang istiqamah akan mendapatkan rezki yang banyak, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Jin 72 [16]
وَأَلَّوِ ٱسۡتَقَٰمُواْ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسۡقَيۡنَٰهُم مَّآءً غَدَقٗا ١٦
Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)
Ketiga orang yang istiqamah memperoleh surga, al-Qur’an surat Fushshilat 41 [30]
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"
Keempat, Do’a orang yang istiqamah akan diterima
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad dari Abu Zar yang artinya sungguh beruntunglah orang yang lkhlas hatinya, menjadikan hatinya selamat, lisannya benar, jiwanya tenang, budi pekertinya teguh, telinganya mau mendengar, matanya mau melihat. Maka telinga cukup teliti (dalam menyaring berita), dan mata mengakui pada apa yang disadari hatinya, dan berbahagialah orang yang menjadikan hatinya sadar.
Wallahu a’lam bi al-shawwab